lagi2 sebuah pengalaman dan keajaiban kecil yang diberikan oleh Sang pemilik hidup dan Sang pemilik jiwa padaku.
Hal ini terdapat diSebuah kampung gersang yang terletak diatas sebuah gunung. Untuk mendapatkan air sangat sulit apalagi dimusim kemarau ini huh……untuk buang hajat saja harus mencari tempat yang layak karena bagi yang biasa tinggal dikota sanggat tidak nyaman untuk mengeluarkan hajat besarnya di WC cemplung seperti saat akan belajar menembak menggarahkan pistol ke taget sasaran kalo tidak tepat sial lah orang itu….(bau nya emhhhh..). tapi dibalik kesulitan yang ada di balik besar dan angkuhya gunung tersimpan mutiara-kecil yang sangat indah bagaimana sebuah kerjasama bisa menjadi pemikul beban berat yang harus dibawa dipundak menghancurkan kebangaan-ku, bagaimana bocah kecil tidak berbaju dengan rambut gaya ronaldo yang membawa sebuah kepolosan yang menghancurkan topeng2 kebencian-ku, bagaimana seorang kakek tua renta membajak sawah diantara teriknya matahari membawa sebuah ketekunan yang menghancurkan kemalasan-ku, bagaimana seorang ibu menyiapkan makanan dan menunggu sang suami pulang dari kebun dengan kesabaran yang menghancurkan keangkuhan-ku.
Setelah melihat itu semua aku bertanya pada diriku apa yang aku punya setelah kebaggaanku, kebencianku, kemalasanku, keangkuhanku yang selama ini menjadi sebuah teman mesra yang selalu mengikuti kemana ak pergi, yang tak ingin berpisah dariku yang selalu berusaha meyakinkan aku bahwa mereka adalah yang terbaik dan takkan meninggalkan ku diwaktu kubutuh pertolongan, kemana semua itu………..
Sekarang yang ada hanya sebuah titik yang ak tak tau aku harus menulis apa,menggambar apa,memberi nada apa,memberi irama apa. aku tak tahu………………..gelap
Mana sebuah kesempurnaan adakah sebuah kesempurnaan apakah patut ak mempunyai sebuah kesempurnaan, padahal aku tak ingin menjadi sesuatu yang sempurna……
Saat belum ada tak terpikir oleh ku untuk ada, saat di kandungan aku tak berfikir untuk dilahirkan, saat ku dilahirkan takterpikir olehku untuk menjadi seorang anak kecil, saat kecil tak terpikir oleh ku untuk menjadi besar, saat besar tak terpikir oleh ku untuk menjadi tua, saat tua tak terpikir oleh ku untuk mati, tapi semua telah ada yang mengatur,menulis,memberi irama, memberi nada……do…do…mi…mi……re…reeeee saperti lagu yang sumbang setiap kali ku tulis lagu dan syair………
Dari perjalananku hari ini Sang pemilik memberi ku keajaiban lagi bagaimana aku tidak mempunyai apa2, untuk sekedar memiliki yang sudah ada melekat dibadan pun aku tak sanggup. bagaimana sebuah kata syukur menjadi bermanfaat, memerima apa yang sudah diberikan padaku dan menjaganya dengan baik……….
0 komentar:
Posting Komentar