:ramadhan tinggal sehasta: mari cari berkah dibulan yang penuh hikmah ini: sebuah sms yang baru dikirim dari seorang teman yang llumayan mengejutkan di siang hari bolong dipenatnya bekerja. “apa ramadhan ? puasa duonk”. itu yang ada dalam pikiran ku saat itu dengan setengah terkejut karena mungkin tak terpikirkan bahwa begitu cepatnya bulan itu datang sepertinya baru kemaren ak harus bangun pagi,sholat taraweh,buka dan hal2 rutin lainnya.
Hal ini juga mengingatkan aku pada sebuah ingatan yang mungkin hari dan bulan dimana disaat orang bersuka cita menyambut bulan yang penuh hikmah ini ak harus kehilangan orang yang paling -paling berharga adalam hidupku, 2 taon yang lalu tepat saat hari pertama bulan ramadhan tiba aku mendapat kabar bahwa ayahku masuk rumah sakit tapi tidak dikabari karena mungkin takut menggangu toh penyakitnya tidak terlalu berbahaya menurut dokter, hari ke 3 puasa aku baru ditelpon oleh ayahku dan aku sempat berbicara dengannya dan aku sempat memarahinya kenapa aku tidak diberi kabar kalo beliau masuk rumah sakit, beliau hanya tertawa dan menjawab “alah nanti kalo dikabarin bingung lagi, orang ga papa kok”. tapi tidak disangka ke esokan harinya beliau masuk RS lagi dan aku pun tidak diberi kabar sampai hari ke 9 puasa dan saat itu keadaan beliau sudah sangat kritis baru kabar datang padaku,wah ternyata hari ke 10 puasa beliau diambil yang kuasa tanpa aku bisa melihat dan mendampingi nya disaat terakhir hidupnya..ternyata penbicaraan saat itu adalah pembicarran terakhir ku dengan nya, sampai dia dikuburpun aku tak bisa melihatnya
sebuah fase dalam hidup ku yang tidak bisa pula pada saat memasuki bulan ramadhan, dimana semua kita harus mau meletakan kepala kita sejajar dengan kaki kita tanpa ada perbedaan, yang merupakan sebuah cara pengabdian pada sang pemberi. BERSUJUD DAN BERSUJUD LAGI
0 komentar:
Posting Komentar