hay engkau jiwaku kenapa engkau diam saat aku ajak bicara apakah engkau tidak mempunyai mulut untuk menjawab setiap pertanyaan yang keluar dari setiap jasad yang keras ini apakah engkau juga tidak mempunyai kuping untuk mendengaar setiap keluh kesah atas pencarian ku saat aku mulai mengigat apa yang kuperbuat sebelum jasad kasar ini akan tidur.
apakah engkau hanya diciptakan untuk diam dan diam tanpa ikut merasakan tanpa ikut gelisah atau engkau tidak mempunyai hati nurani sepeti jasad ku ini yang setiap kali harus digunakan untuk ikut mesakan kepedihan-kepedihan disekitarku tanpa bisa berbuat apa2.
wahai engkau jiwaku apakah engkau selalu putih tanpa ada warna yang lain seperti jasadku ini yang salau harus terkena warna yang tak jelas sehingga selalu menutupi tingkahku
hai jiwaku apakah aku bisa melihatmu sepeti jasad kasarku ini dilihat oleh orang yang kadang tak kumengerti jalan pikirannya
hai jiwaku bisakah engkau tertawa seperti jasad kasarku ini saat melihat semua orang terpuruk dengan keindahan -keindahan yang diciptakan oleh pencipta jiwa dan jasad ini.
Hai jiwaku bisakah engkau mengigatkan jasad kasarku ini untuk selalu mengerti kemana jalan dan tujuan akhir dari sebuah perjalanan.
hai jiwa dan jasadku bisakah kita menjadi sebuah team layaknya sebuah team sepakbola yang selalu bersinergi untuk mendapatkan gol2 yang cantik tanpa melukai lawan atau kah kita harus menjadi sebuah lawan layaknya sebuah pertandingan tinju yang selalu menang jika lawannya tersungkur di atas ring.
wahai jiwa dan jasad aku berharap banyak padamu untuk bisa mengantarkan ku pada akhir dari sebuah perjuangan hidup ku dan tolonglah jiwa dan jasadku mengertilah mengertilah mengertilah…..
September 22nd, 2006 by dhanta (re-post)
0 komentar:
Posting Komentar